Rabu, 02 November 2011

ILMU PENGETAHUAN ELEMEN MESIN

MAKALAH ILMU PENGETAHUAN
ELEMEN MESIN




disusun oleh :




ANDHIKA MUHAMMAD AULIA PRATAMA






UNIVERSITAS GUNADARMA
























Pendahuluan :
Dengan dibuatnya makalah ini , saya mempunyai tujuan untuk merumuskan suatu masalah yang terjadi pada elemen mesin, karna elemen mesin adalah suatu ilmu pengetahuan yang ruang lingkupnya sangat luas, dan juga sangat perlu dipelajari oleh mereka yang mengambil jurusan teknik mesin, selain dapat dipelajari, ilmu elemen mesin ini juga dapat menjadi wawasan untuk semua kalangan, mengingat pentingnya mempelajari elemen mesin ini untuk dipraktekan dimana saja.
Seperti halnya tubuh manusia yang disusun dari banyak organ, mesin juga demikian. Dalam ilmu teknik mesin, alat-alat yang menyusun itu dikenal dengan istilah elemen dan atau komponen mesin. Banyak macam atau elemen mesin di sekeliling kita, mulai dari elemen kecil seperti baut-mur sampai yang terbesar. Dalam sebuah mesin (engine) kendaraan bermotor terdapat ribuan elemen mesin penyusun. Elemen-elemen itu bekerja bahu membahu satu sama lain saling melengkapi, untuk lebih jelasnya, akan dibahas pada pembahasan dibawah ini .




Pembahasan :


PRINSIP-PRINSIP DASAR PERENCANAAN ELEMEN MESIN
Perencanaan elemen mesin, pada dasarnya merupakan perencanaan bagian (komponen), yang direncanakan dan dibuat untuk memenuhi kebutuhan mekanisme dari suatu mesin.
Dalam tahap-tahap perencanaan tersebut, pertimbangan-pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memulai perencanaan elemen mesin meliputi :
  1. Jenis-jenis pembebanan yang direncanakan
  2. Jenis-jenis tegangan yang ditimbulkan akibat pembebanan tsb.
  3. Pemilihan bahan
  4. Bentuk dan ukuran bagian mesin yang direncanakan
  5. Gerakan atau kinematika dari bagian-bagian yang akan direncanakan.
  6. Penggunaan komponen Standard
  7. Mencerminkan suatu rasa keindahan (aspek est├ętica)
  8. Hukum dan ekonoomis
  9. Keamanan operasi
  10. Pemeliharaan dan perawatan
Dengan memperhatikan pertimbangan tersebut diatas, maka tahap-tahap perencanaan totalnya yaitu sbb :
  1. Menentukan kebutuhan
  2. Pemilihan mekanisme
  3. Beban mekanisme
  4. Pemilihan material
  5. Menentukan ukuran
  6. Modifikasi

  1. Gambar kerja
  2. Pembuatan dan kontrol koalitas


Suatu mesin yang akan dibuat harus sesuai dengan perencanaanya, yang dimaksud dengan tahap perencanaan tersebut diatas :



1.Menentukan kebutuhan
Menentukan kebutuhan dalam hal ini adalah kebutuhan akan bagian-bagian yang akan direncanakan, sesuai dengan fungsinya



2. Pemilihan mekanisme
Berdasarkan fungsinya dipilih mekanisme yang tepat dari bagian mesin tersebut. Misalnya untuk memindahkan putaran poros keporos yang digerakan dipilih roda gigi payung.



3. Beban mekanis
Berdasarkan mekanisme yang telah ditentukan, beban-beban mekanis yang akan terjadi harus dihitung berdasarkan data yang sesuai dengan kebutuhan, sehingga didapat jenis-jenis pembebanan yang bekerja pada elemen tersebut.



4. Pemilihan bahan (material)
Untuk mendapatkan bagian mesin yang sesuai dengan kekuatannya, dilakukan pemilihan bahan dengan kekuatan yang sesuai dengan kondisi beban serta tegangan yang terjadi. Misalnya kekuatan direncanakan harus lebih kecil dari kekuatan bahan yang ditentukan dengan faktor keamanan sesuai dengan kebutuhan.



5. Menentukan ukuran
Bila terjadi kesesuaian pemakaian bahan dan perhitungan beban mekanis dapat dicari ukuran-ukuran elemen mesin yang direncanakan dengan standart yang ada dalam standarisasi.



6. Modifikasi
Modifikasi bentuk diperlukan bila bagian mesin yang direncanakan telah pernah dibuat sebelumnya.



7. Gambar Kerja
Setelah mendapatkan ukuran yang sesuai, ukuran untuk pengambaran kerja didapat, baik gambar detail maupun gambar assemblynya.



8. Pembuatan kontrol kualitas
Dengan gambar kerja dapat dibuat bagian-bagian mesin yang dibutuhkan, dengan mencatumkan persyaratan suaian, toleransi serta tanda pengerjaan, ini dimaksudkan untuk mendapatkan hasil pembuatan suaian dengan yang diinginkan. Dari penentuan suaian yang telah ditetapkan tersebut dapat digunakan sebagai pedoman kontrol kualitas yang disyaratkan .

Dimulai dengan materi beban, tegangan, dan kekuatan pada elemen mesin yang harus di analisa lebih jauh :

1. Beban dan tegangan
Beban mekanik yang dibebankan pada suatu elemen mesin dapat berupa gaya, momen, atau torsi. Apabila beban tersebut tidak berubah besarnya, titi tangkapnya, dan arahnya maka beban tersebut disebut beban statis, bila sebaliknya maka beban tersebut disebut beban dinamis. Setiap beban terhadap suatu elemen mesin akan menyebabkan tegangan (stress) pada elemen mesin tersebut.

2. Tegangan tarik dan tekan
Bila beban berupa gaya tarik maka tegangan yang terjadi pada elemen mesin tersebut adalah tegangan tarik dan sebaliknya bila beban berupa gaya tekan maka tegangan yang terjadi pada elemen mesin tersebut adalah tegangan tekan.. Tegangan tarik dan tekan disebabkan oleh gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang yang menahan gaya tersebut.

3. Tegangan bengkok
Bila beban yang dikenakan pada elemen berupa momen atau gaya bengkok, maka tegangan yang terjadi pada elemen tersebut adalah tegangan bengkok. Tegangan bengkok pada setiap titik sepanjang elemen mesin dan setiap titik pada penampang melintang elemen tersebut besarnya tidak sama.

4. Tegangan geser
Tegangan geser berbeda dengan tegangan tarik dan tekan. Tegangan geser terjadi disebabkan oleh gaya yang bekerja sejajar dengan bidang yang menahan gaya tersebut, sedangkan tegangan tarik dan tekan disebabkan oleh gaya yang bekerja tegak lurus thd bidang yang menahan gaya tersebut. Tegangan geser dapat terjadi karena adanya gaya geser, bengkok, beban puntir, atau momen.

5. Tegangan geser karena gaya geser
Tegangan geser terjadi bila pembebanan menyebabkan salah satu sisi dari elemen tersebut bergeser terhadap sisi lainnya. Sebagai contoh adalah sebuah paku keling. Batang paku keling menahan gaya geser yang menggeser sisi permukaan melintang. batang terhadap sisi lainnya.

6. Tegangan geser karena beban puntir
Tegangan geser karena puntir besarnya sama pada setiap titik sepanjang batang, namun berbeda pada setiap titik pada penampang melintang batang. Tegangan geser pada titik pusat penampang besarnya sama dengan nol.

KESIMPULAN DAN SARAN



Elemen mesin ini batul-betul perlu dipelajari oleh siapa saja yang hendak mempelajarinya , dengan dibuatnya makalah ini diharapkan penulis maupun pembaca bisa mengerti akan maksud dari isi makalah ini, makalah ini dibuat atas dasar pemikiran penulis, bila ada kesalahan dalam pengetikan diharapkan bisa menjadi sebuah pelajaran untuk lebih teliti lagi dalam menyusun makalah ini .

0 komentar:

Poskan Komentar